"Smiling is my favorite, you make me smile, that makes you my favorite..."
Senyum. Kegiatan yang dalam sehari bisa ratusan kali kita lakuin. Tenang, aku nggak akan bahas manfaat senyum bagi kesehatan tubuh atau berapa otot yang dipakai saat kita tersenyum. Kalian bisa liat itu di dr. Oz Indonesia. Aku sendiri suka banget senyum. Ya bukan berarti aku suka senyum-senyum sendiri tanpa alasan. Di dunia nyata, ataupun sekedar titik dua tutup kurung di dunia maya, menurutku senyum itu tampilan ekspresi paling simple yang seenggaknya bisa dilakuin untuk buat orang merasa lebih baik (sok tau :p). Kalian mungkin gak sadar kalo senyum kalian bisa berarti banyak buat orang disekitar kalian.
Entah bagaimana dengan kalian, tapi aku, saat aku melihat orang tersenyum, aku langsung mengalami apa yang dinamakan ‘Premature Ventricular Contractions’ atau 'heart skips a beat' kalo katanya Natalie Portman ke Ashton Kutcher di No Strings Attached. Dan secara otomatis, kedua ujung bibir ini langsung melengkung untuk bales senyuman itu.
The power of : Senyum.
Aku mempercayainya. Saat aku tersenyum, aku merasa seperti mengirimkan kekuatan untuk orang yang aku senyumin. Tidak destruktif, tapi menyegarkan. Harus ku akui, aku hampir selalu jatuh cinta dengan perempuan yang pernah tersenyum padaku (playboy? iya memang. Darahku AB. Nanti ku ceritakan). Klise, tapi seperti yang kubilang sebelumnya, aku mempercayai The Power Of Senyum. Ada pesan didalamnya, ada kekuatan didalamnya. Ada dukungan, ada harapan, ada ada aja. Yang jelas, aku suka setiap senyum yang kalian berikan.
Namun, nggak ada yang lebih aku cintai dari senyum di wajah orangtuaku. Seakan aku bisa melakukan segalanya. Termasuk terbang dengan meloncat dari atap rumahku (tentu saja tidak kulakukan. Ayolah, ini hanya kiasan!). Aku tidak pernah membayangkan jika senyuman itu hilang. Lalu senyum kalian, kalian yang selalu ada di setiap kejahatan yang pernah aku lakukan (iya biar kesannya gue ga jahat sendirian gitu.. *evil laugh* ). Tapi percayalah, aku sayang kalian dan senyuman kalian yang selalu aku tunggu setiap harinya. Hanya untuk memastikan kalian baik-baik saja.
Hingga pada akhirnya, kutemukan satu senyuman. Senyuman yang datang tak tahu waktu, senyuman paling teduh dan menyenangkan yang pernah ku lihat. Kamu.
------------------------------------
Disclaimer: Bukan tulisan saya, ini tulisan milik seseorang, dengan revisi seperlunya.
Rewrite from: payungrindu.blogspot.com
Original Writer: Aby Rifiana

0 comments:
Post a Comment