"Kenapa kamu cinta sama aku?"
Matanya yang bulat membesar, menunjukkan ekspresi ingin tahu dan jawaban yang memuaskan dariku. Aku menatapnya lekat,
"kau yakin ingin aku menjawabnya? Bukankah cinta tidak butuh penjelasan?"
Meskipun bibir indahnya mengatup rapat, matanya yang membulat memaksaku untuk mengatakannya. Aku berguling, berbaring di sisinya. Ia memutar posisi tidurnya, miring ke arahku..
"Baiklah akan kujelaskan. Begini, aku bahkan tidak tahu apa yang membawaku padamu. Aku percaya takdir. Kita bertemu, dengan keadaan masing-masing sakit hingga tidak percaya lagi dengan cinta. Aku ingin menyembuhkan lukamu, dan kau pun telah menyembuhkan ku. Aku tidak bisa mengatakan apakah ini cinta atau bahkan lebih dari itu. Yang jelas aku mau kamu, nyata, bukan hanya dalam khayalku"
Kepalaku menengok, menatapnya. Tatapan matanya mengisyaratkan bahwa ia cukup puas dengan jawabanku. Bibir mungilnya tersenyum tipis dan sangat manis. Aku mendorongnya, mengembalikannya ke posisi terlentang dan aku diatasnya. Menatapnya dalam, tersenyum, dan mengecup keningnya, bibirnya dengan lembut, dan perlahan kubuka kancing seragam SMA-nya satu per satu. Tatapan matanya berubah, sedikit panik dan takut.
"Percaya sama aku.."
Dan kasur hotel mulai berdecit lembut seirama dengan gerakan kami.
----------------------------------------
12.04.2014 - Kamar apartemen 2712
Seorang laki-laki muda, berumur sekitar 24 tahun, memiliki kulit putih dan tinggi sekitar 182 cm dengan badan yang tidak terlalu kekar namun berbentuk, serta warna mata coklat muda, berdiri di dekat jendela, menatap ke luar kamarnya, dengan lima orang temannya, kurang lebih berumur sama dengannya, duduk di sofa dengan santai .
"Aku mendapatkannya" ucapnya sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
"buktinya?" tanya seorang temannya yang duduk tidak jauh darinya.
Ia mmemberikan dua buah kamera DSLR, "Yang satu gue setting video, yang satu lagi gue setting untuk motret setiap 1 menit sekali"
Teman-temannya mengecek isinya, tersenyum dengan puas dan memujinya.
"Sekarang sesuai perjanjian, 10 juta dari masing-masing kalian" Ucapnya sambil berjalan ke tempat sampah, membuang simcard yang baru saja ia patahkan dengan sengaja.


0 comments:
Post a Comment