| Source: Dokumen Pribadi |
"A glass of Chocolates Shake. With an empty chair"
Tulisku di sebuah media sosial yang kupilih untuk memamerkan kesukaanku, cokelat dan membanggakan kesendirianku saat itu, di sebuah coffee shop Central Park, Jakarta. Sejujurnya aku tidak benar-benar sendirian, aku menemani ibuku bertemu dengan mitra kerjanya, namun karena aku tidak (mau) peduli dengan urusannya, aku memilih untuk berpisah meja. Orang-orang yang melintas disekitar kafe menatapku sepintas, dan orang-orang di dalam kafe beberapa kali memperhatikanku.
"Kenapa? Belum pernah liat cewek duduk sendirian di coffee shop? Huh!" dengusku dalam hati.
Sekelebat namun pasti, sebuah pertanyaan yang sangat mengganggu santaiku saat itu sampai sekarang,
"Mau sampe kapan kursi depan lo kosong terus? Udah setahun loh.."
(Damn brain! Baru sebelas bulan kok!)
Hingga akhirnya aku berpikir. Iya ya, kapan ya terakhir gue duduk berdua berhadapan, bercanda, berbicara dari hati ke hati, menggenggam masing-masing tangan, berharap untuk tidak pergi meninggalkan. Aku meraih hapeku diatas meja. Membuka salah satu aplikasi messangger dan terpaku pada satu nama,
Antoni.
Ragu, namun, "Hai.. Kamu apa kabar? Sudah lama kita tidak menikmati dua gelas kopi yang berbeda dalam satu meja. Masih sibuk?" meluncur begitu saja dari jemariku.
10 menit
30 menit
1 jam
21.19 - Angka yang kulihat di jam tangan Baby-G biru butut kesayanganku, bersamaan dengan ibuku memanggilku untuk bersiap pulang. Kembali kutatap layar handphone-ku, sepi. Tidak ada tanda pesan atau apapun yang masuk ke hapeku.
Sudahlah, peduli apa? Aku menikmati kursi depanku tetap kosong kok, pikirku saat itu, sambil beranjak dari kursi dan meninggalkan coffee shop yang mulai sepi pengunjung.
-----------
20.32 - Di sebuah kamar...
"hai.. aku baik. Kamu apa kabar? Ah iya, sudah lama ya...." Ah shit... *delete message*
"Hai.. aku baik kok, Kamu apa kabar? Dua gelas kopi? Seingatku kamu tidak pernah suka kopi. Kamu selalu memesan cokelat.... hahaha.." *terdiam lama* *delete*
*melempar hape ke sisi lain kasur* Antoni, you're an idiot. i hate you.

0 comments:
Post a Comment