"Stay a while, I’m gazing the way you move.."
1.77 km, 21'52".
Angka itulah yang kulihat di aplikasi running counter ku. Aku memang tidak terlalu termotivasi untuk jogging saat itu, jadi lariku cenderung cukup santai. Seperti biasa, aku tidak terlalu memperhatikan sekitarku ketika aku sedang jogging. Aku hanya terfokus pada diriku dan musik penyemangat yang selalu aku dengarkan saat aku jogging. Namun ada yang berbeda untuk pagi ini, pandanganku sedikit terganggu dengan seorang cewek yang sedari tadi berlari bolak-balik di dekatku. Sesaat aku memperhatikannya dari belakang saat ia berlari melewatiku, namun kembali kulempar pandanganku ke arah lain dan kembali terfokus pada diriku dan musik yang kudengarkan. Ketika aku merasa pagi itu aku sudah cukup berolahraga, maka kuputuskan untuk pulang.
Minggu, 12 Juli 2015 - 07.15.
Tidak seperti kemarin, jogging track hari ini lumayan ramai. Banyak remaja, orangtua, dan anak-anak yang memilih untuk berolahraga disini. Beberapa diantaranya jogging sambil mendengarkan musik sepertiku, para orangtua memilih untuk berjalan diatas batu-batu yang sengaja disusun untuk refleksi kaki, dan beberapa anak-anak memilih untuk berjalan-jalan bersama teman-temannya atau sekedar duduk-duduk dan bersenda gurau. Ketika aku sedang asik berlari, tanpa sengaja mataku menatap sesorang. Ya, cewek itu. Ia sedang berlari ke arahku, namu di sisi yang bersebrangan dariku. Matanya terfokus ke depan dan terlihat earphone yang terpasang di telinganya. Ada sesuatu yang menyerangku saat aku tidak sengaja menatap wajahnya. Tidak bisa aku deskripsikan. Kalau kata film Hotel Transylvania, aku mengalami apa yang dinamakan "Zing!". Aku masih memikirkan apa yang baru saja terjadi dan yang aku rasakan, sampai dengan tidak sadar aku hampir menabrak anak kecil yang sedang mengayuh sepeda roda tiganya.
Ketika aku memutar balik arah di ujung track, kulihat ia juga memutar arah di sisi ujung yang berlawanan. Aku kembali berpapasan dengannya dan kali ini benar-benar memperhatikan wajahnya. Matanya cukup tajam namun terlihat bersahabat, kulitnya tidak terlalu putih, namun juga tidak terlalu hitam. Tipikal gadis Indonesia pada umumnya. Rambutnya yang hitam dan tidak terlalu panjang dikuncir kuda. Pipinya tembem, mengikuti postur tubuhnya yang juga agak gemuk. Tanpa sadar aku tersenyum kecil. Lucu juga..
Hari-hariku di kantor terasa sangat lama. Aku sangat menantikan hadirnya hari Sabtu dan Minggu. Selain karena libur, juga karena cewek itu. Aku penasaran dengannya. Terkadang ketika aku sedang tidak terlalu sibuk, sambil mendengarkan lagu, sekilas terjadi flashback dalam otakku. Terbayang wajahnya saat itu, rambut kuncir kudanya, jaket biru gelap yang dikenakannya. Dalam hati aku mulai bertanya-tanya siapa namanya, dimana tempat tinggalnya. Sial..! Apaan sih ini? Umpatku dalam hati. Aku benar-benar penasaran dan berpikir untuk memberanikan diri menyapanya akhir minggu nanti. Atau minimal tersenyum padanya.
Sabtu, 18 Juli 2015 - 06.22
Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Dengan semangat aku mempersiapkan diriku untuk kembali jogging di tempat biasa dan berharap bertemu dengan cewek itu lagi. Selama perjalanan menuju kesana, aku sudah membayangkan wajahnya, lalu mempersiapkan apa yang harus kulakukan dan kukatakan padanya. Sesampainya di jogging track, aku memperhatikan sekitar. Belum terlihat tanda-tanda kehadiran cewek itu. Sambil pemanasan dan berlari santai, mataku dengan awas dan detail memperhatikan sekitar kalau-kalau cewek itu datang.
15 menit
30 menit
1 jam
Waktu terasa begitu lama bagiku untuk menunggu kehadiran cewek itu. 08.12, angka yang kulihat di jam tanganku. Sudah jam segini, dia nggak mungkin datang.. pikirku. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang sangat kecewa. Aku mulai menerka-nerka mengapa cewek itu tidak datang dan memutuskan untuk kembali keesokan harinya, dengan harapan yang sama.
Hari Minggu seperti biasanya, jogging track ini selalu ramai. Namun tidak sulit untuk dapat menangkap kehadirannya. Wajahnya, gerak-geriknya, pasti dengan mudah dan cepat menarik perhatianku. Namun tetap saja, hari ini dia tidak datang lagi. Sudah entah berapa kali aku kelilingi jogging track ini berharap untuk bertemu lagi dengan cewek itu. Hasilnya sama seperti kemarin, Nihil. Ia tidak datang.
Aku sedikit lesu menjalani hari-hari kerjaku. Sedikit terbesit pikiran tentang cewek itu. matanya yang tajam namun bersahabat, rambut hitamnya yang dikuncir kuda. Jelas tergambar bahwa ia cewek yang cukup berbeda dengan cewek-cewek pada umumnya yang menjadikan olahraga pagi menjadi ajang pamer di sosial medianya, tapi dia, dia benar-benar terfokus pada kegiatan larinya. Ritmenya yang tepat dan matanya yang terfokus cukup menunjukkan bahwa ia sedang tidak gaya-gayaan. Mungkin kemarin dia cuma iseng jogging disitu.. dan aku memutuskan untuk menyerah.
Sabtu, 1 Agustus 2015 - 06.43.
Aku bolos satu akhir minggu untuk jogging, selain karena minggu lalu aku sedang tidak bersemangat untuk jogging, aku juga ada acara dengan teman-teman kantorku. Jadi aku baru bisa melanjutkan jogging lagi hari ini. Aku berangkat dari rumahku dengan perasaan biasa saja, dan memulai jogging seperti sebelum-sebelumnya, tidak memperhatikan sekitarku, fokus pada kegiatan dan musik yang kudengarkan. Beberapa menit setelah aku jogging, tanpa sengaja mataku menangkap gerak-gerik yang sangat kuhafal. Cewek itu! , teriakku dalam hati. Aku panik. Ritme lariku berantakan. Jantungku jelas berdegup dengan kencang. Aku menghentikan langkahku dan menengok ke arahnya, ia memutar arah untuk berlari menuju arahku. Aku pun melakukan hal yang sama, aku langsung memutar arah dan berharap untuk berpapasan dengannya. Aku mencoba berpikir cepat di otakku untuk memberikan perintah pada tubuhku melakukan sesuatu. Ketika ia sudah berlari cukup dekat ke arahku, aku menatapnya dan tersenyum padanya. Eh, tadi dia liat nggak ya aku senyum ke dia? tanyaku pada diri sendiri. Berbagai pertanyaan mulai berkecamuk dalam otak dan hatiku, terutama mengenai apa yang kulakukan tadi. Aku kembali memutar arah ketika melihatnya juga memutar arah. Kali ini aku menatapnya dari jauh cukup lama dan ketika kami berpapasan, aku tersenyum kembali padanya. Ia melirikku!!! Jeritku dalam hati. Entah itu benar terjadi, atau hanya khayalanku, namun aku benar-benar melihat bola matanya bergerak ke arahku saat aku tersenyum kepadanya. Aku kegirangan, sepanjang lari pun aku tidak berhenti menahan senyum. Di ujung track, aku memutar arah, loh? kok nggak ada? Aku mulai scanning jogging track itu perlahan. Cewek itu menghilang. Lalu aku menengok ke arah jam tanganku, 08.53. Pantesan.. Hihihi.. Aku berusaha keras untuk menahan senyum selama perjalanan pulang. Aku senang..!!
Minggu, 2 Agustus 2015 - 07.03
Aku bangun agak terlambat hari ini. Pasti gara-gara aku bermain game semalaman sampai larut, sehingga aku bangun kesiangan. Aku langsung buru-buru bersiap untuk jogging dan berharap cewek itu datang dan masih disana. Setibanya di jogging track, aku memulai untuk berlari perlahan dan pelan-pelan memperhatikan sekitar jogging track. Setelah beberapa menit melakukan scanning, mataku menangkap seseorang yang beberapa hari ini menjadi harapan terbesarku. Aku berlari menghampirinya, dan memperlambat laju lariku di beberapa meter di belakangnya. Seketika ia berhanti dan berjalan menghampiri sebuah kursi dimana ia meletakkan botol minumnya. Aku pun turut berhenti dan berjalan menghampirinya. Jantungku berdegup kencang. Aku sudah berdiri dengan jarak beberapa langkah di belakangnya ketika ia sedang meneguk minumannya....
"Hai.."
-----------------------------------------
Inspired from song: Gaze - Adhitia Sofyan
-----------------------------------------
Inspired from song: Gaze - Adhitia Sofyan

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact