Entah karena nggak suka kopi, atau filosofi kopi sudah terlalu sering, maka ku ibaratkan kisah hidup dan cinta ku seperti segelas cokelat. Panas atau dingin, tetaplah cokelat. Yang menyenangkan dan menenangkan. Pahit ataupun manis, tetap bisa menenangkan kelenjar airmata mu untuk tidak memuntahkan isinya.
Cokelat. Entah itu minumannya atau cokelat yang telah diolah. dicampur dengan susu dan buah buahan potong lainnya hingga berbentuk bars, berasal dari biji cokelat atau biji kokoa, jangan pernah sangkal bahwa cokelat mampu menenangkanmu. Apalagi ketika melumer dan lelehannya menghiasi sekitar bibirmu, yang biasa kita namakan, belepotan. Ada kesenangan tersendiri bukan?
Takut gendut karena cokelat? Ah, sudahlah, kau pilih sakit hati bertahun-tahun atau gendut sebulan?
Subscribe to:
Comments (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact