Monday, February 20, 2023 0 comments

Duniaku Hancur (1)

 Hai.. Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama. Tulisan terakhir tentang kantorku dibubarkan dan aku terpisah dari teman-teman seperjuanganku.

Kali ini, aku mau nulis cerita yang luar biasa menghancurkan hidupku. Aku kehilangan anak pertamaku. 
Akhir bulan Mei 2022, aku positif hamil, dibuktikan dengan hasil testpack yang menunjukkan 2 garis merah, dan hasil USG bahwa ada makhluk yg berdetak di dalam rahimku. Senang, panik, terharu, semuanya campur aduk. Aku dan suamiku memang mengharapkan ini setelah 1.5 tahun pernikahan kami. Suamiku jelas menjagaku dengan luar biasa agar aku tidak kecapekan, tidak stres; ia juga tidak pernah absen menyapa janin yang ada di dalam perutku sepulang ia kerja dan selalu mengelus perutku sebelum tidur.
Tapi aku, dengan ketakutanku akan cibiran orang "halah hamil gitu aja masa lemah, dikit-dikit istirahat, manja nggak mau ngapa-ngapain", memforsir diriku untuk berkegiatan seperti biasa. Trimester awal dan pertengahan kehamilanku sangat menyenangkan, tidak ada rasa mual, semua makanan bisa kumakan. Sampai akhirnya, di bulan ke-6 kehamilanku, aku dinyatakan terkena preeklamsia berat karena tekanan darahku yang tinggi, ternyata aku terinfeksi covid-19 yang beberapa hari sebelumnya membuatku sulit tidur karena batuk dan hidung mampet. Akhirnya aku harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari dan mengikhlaskan diriku ditusuk jarum infus kanan kiri untuk dimasukkan obat penguat paru untuk bayiku, berjaga-jaga jika bayiku harus dilahirkan saat itu juga.
Untungnya keadaanku masih aman dan akhirnya diperbolehkan pulang dengan syarat sudah mulai kontrol 2 minggu 1x.

Setelah rawat inap, aku kembali kontrol ke dokter, beberapa kali kontrol, dokter mengkhawatirkan berat badan bayiku yang tidak sesuai dengan umur kehamilan. Bayiku kecil. Saat itulah aku memaksa diriku untuk lebih banyak makan protein, bahkan minum susu protein untuk binaragawan, demi perkembangan bb bayiku. Tapi nihil, usahaku tidak berpengaruh banyak terhadap kenaikan bb bayiku. Hingga pada akhirnya, dokter menemukan bahwa aliran darah dari plasenta ke bayiku tidak maksimal, dokter menyatakan bahwa bayiku brain sparring dan ditambah keadaan preeklamsia ku, bayiku harus segera dilahirkan.
Stres luar biasa jelas, tapi aku harus tetap berpura-pura tenang dan mengatakan pada diriku dan bayiku bahwa kami akan baik-baik saja.

Tiba harinya saat aku harus menjalani operasi sesar untuk melahirkan bayiku yang masih berumur 7 bulan menuju 8 bulan. Bayiku lahir pada tanggal 26 November 2022 sekitar pukul 8 pagi dengan tangisan yang sangat kencang, kuberikan ia nama AMBAR KUSUMA RENJANA yang artinya Bunga yang Harum dan memiliki keinginan hati yang kuat. Setelah lahir, dokter anak langsung membawanya ke ruang NICU, disusul oleh ayahnya yang harus mengurus berkas-berkas persetujuan tindakan terhadap Ambar.

Wednesday, December 8, 2021 0 comments

Empat belas

Orang bilang, di tiap pertemuan, selalu ada perpisahan.
Kita dipersiapkan untuk berpisah di detik pertama senyum perkenalan merekah.
Kita dipersiapkan untuk berpisah, saat perkenalan pertama menjadi persahabatan terindah.

Sudah 2 tahun 10 bulan 8 hari sejak pertemuan pertama mereka. Saat itu hari Jum'at pukul 7 pagi, seorang wanita mungil duduk di sofa panjang berwarna hitam, disusul oleh seorang gadis gempal yang baru pertama merasakan dunia kerja, dan beberapa orang lainnya dari berbagai bahasa untuk tujuan yang sama. Empat belas orang, berkumpul di satu ruangan berwarna perpaduan biru jingga, berkenalan satu sama lain, tidak pernah berpikir bahwa mereka akan menjadi sekumpulan orang yang melangkah bersama-sama dalam setiap rasa. Manis maupun pahit. Empat belas orang yang tidak pernah membayangkan kebersamaan raganya akan terpisah dalam waktu sempit.

Satu per satu, empat belas orang itu mulai mencari tapaknya masing-masing. Mencari petunjuk jalan, remah roti, dalam suatu keadaan yang tidak pernah dibayangkan. Empat belas orang yang masih berharap perpisahan bukan menjadi sebuah pilihan. Empat belas orang yang pada akhirnya berdamai dengan diri masing-masing dan menerima bahwa perpisahan yang terjadi hanyalah raga, bukan hati maupun tujuan.



01.02.2019 - last star stop shining


Monday, March 14, 2016 0 comments

Jawaban Atas Segala Pertanyaan Bagi Penikmat Jalan Raya

Halo.. Udah lama ya nggak nge blog lagi.. Maaf ya, penulisnya sedang asik berjuang demi keluar dari kampus tercinta..

Oke, langsung aja, jadi di post kali ini gue bakal membahas pertanyaan-pertanyaan yang sering lewat di benak kalian sebagai penikmat jalan raya. Peraturannya, disini nggak boleh baper, karena ini hanyalah post lucu-lucuan dari otak sang penulis yang makin parah korsletnya. Kalo baper, gue ga akan nyuruh kalian piknik sendirian. Yuk nabung trus piknik berdua, untuk hubungan kita kedepannya kita bicarain bareng-bareng *hapahlah ini*

Oke, jadi berikut ada beberapa bahasan dari pertanyaan yang sering banget lewat di benak gue (juga di benak kalian tentunya *sok tau), bahasan dari beberapa misteri yang sungguh sangat sering terjadi di jalan raya...


1. "Kenapa ibuk-ibuk naik motor ngasi lampu sein ke kanan, beloknya ke kiri (dan sebaliknya)?"

 Oke. Jadi, sesungguhnya, lampu sein itu bukan menunjukkan doi mau belok kemana, tapi nyuruh kalian minggir kemana. Doi ngasi lampu sein kanan, beloknya ke kiri. Mereka ga salah. Mereka nyuruh kalian minggir ke kanan, karena doi mau belok kiri. Itulah maksud lampu sein di benak mereka..
Buktinya: Beberapa hari yang lalu gue baru pulang, rumah gue ada di sebelah kanan. Gue udah ngasih lampu sein kanan dari jauh. Depan gue ibuk-ibuk pake motor, jalan ke arah gue, ikutan minggir ke ke kanan (kalo dari arah gue).. Dia pikir gue nyuruh dia minggir ke kanan............


2. "Kenapa MOSTLY Avanza/Xenia rusuh banget di jalan?" 
 (No offense buat pengguna dua mobil ini ya. Inget, gaboleh baper)
 

A: Gapura e-toll di pintu keluar tol xxx hancur.. Ditabrak mobil..
B: Oia? Mobil apaan?
A: Avanza

atau

A: Tadi ada mobil naik trotoar demi nyalip gue di belokan perempatan lah..
B: Buset.. Siapee?
A: Xenia

To be honest, gue sering banget mendengar (dan melakukan) percakapan di atas. Jujur aja, gue selama bisa nyetir 4 tahun belakangan ini, gapernah liat Lexus atau minimal Fortuner lah, sampe bela-belain naik trotoar demi nyalip mobil. Pertanyaannya, kenapa selalu Avanza atau nggak Xenia yang paling sering pindah jalur nggak pake lampu sein, motong jalan orang seenaknya. Memang ada beberapa mobil lain yg rusuh, cuma entah kenapa yg paling sering melakukan itu ya pengguna dua mobil itu.
Seriously, guys, wahai kalian pembaca para pengguna dua mobil tersebut, Kenapa? Ada apa? :(
Okay, gue cukup sering mendiskusikan hal ini bersama temen-temen gue, beberapa dari mereka berasumsi bahwa

"Ah, namanya juga mobil murah, yang punya juga ya paling gitu gitu..".

Well helloo, mobil gue juga murah. Hampir sama lah harganya sama dua mobil itu. Nyicil lagi belinya. Tapi perasaan gue gapernah seheboh itu kalo nyetir. Atau ada juga yang menganggap mungkin pengguna mobil itu masih belajar nyetir. Well, make sense sih, cuma ente belajar nyetir di tengah jalan raya atau tengah jalan tol nggak ada yang nemenin gitu? Atau justru kalian pengguna dua mobil itu adalah kalian yang udah super jago nyetir?
Jujur aja, gue emang belom pernah naik dua mobil itu. Naik dan nyetir dua mobil itu. Jadi memang gue gatau performa apa yang diberikan produsen dua mobil itu, apakah emang handling nya yang luar biasa enak atau nggak enak sama sekali sampe kalian gabisa mengendalikannya? Atau ada faktor lain?

So, gue emang belom menemukan jawaban atas kegelisahan ini, karena gue belom pernah nyetop om om yang pake avanza atau xenia yang lagi rusuh trus nanya, "om om, kesurupan ya? Kok nyetirnya kayak kesetanan gitu?", takut digampar gue. Enak digampar doang, kalo dicipok? Kumisnya tebel amis amis gemes gitu? Duh. Jadi kalian para pembaca yang mungkin menggunakan dua mobil penguasa jalanan itu, tolong, jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi disini. :(

Satu lagi. Dua mobil tersebut adalah mobil yang paaaliiing susah disalip.! Abis nyalip avanza satu, di depan ada lagi, nyalip lagi, di depan ada lagi. Dan begitu seterusnya. Saking banyaknya. Ini lah yang meresahkan. Karena ketikague nemu satu avanza atau xenia yang jalannya kampret, di depan gue nemu lagi salah satu dari mereka, gue selalu mikir "hindarin! Pasti dia kampret juga!"

3. "Kenapa sih motor gamau nge-rem kalo gue mau belok/nyebrang? Padahal mobil lain udah pada ngerem"


Bukan nggak mau nge-rem atau susah nge-rem. Itu pasti motor baru. Nah, di Indonesia, kalo beli motor itu, exclude rem nya. Jadi memang rem nya dijual terpisah.
Jadi waktu itu gue nemenin temen ke showroom motor, doi pengen beli motor buat mobilitas yang deket-deket biar ga capek keluar-masuk mobil. Nah, ketika udah sampe, doi nunjuk satu motor matic dan nanya harganya, well, si mas-mas sales nya ngomong "oh, ini murah mbak, 15jt aja. Kalo yang pake rem, 18jt...."
*hening*

4. "Kenapa motor hobinya selip selip sih? Udah tau sempit, masih aja nyempil"

Kalian gausah sirik. Motor itu kecil, langsing. Mereka itu isi tank nya susu WRP. Kalian tau iklan susu WRP kan? Cewek, langsing, ngelewatin celah sempit diatara kursi kerja, syuutt, lewat. Gaperlu geser-geser. Same principal.
Jadi kalian para pengguna mobil, kalo mau bisa selip-selip kayak motor, coba berhenti pake bahan bakar minyak, tapi coba tangki bensinnya isiin susu WRP. Lebih ramah lingkungan.
 
5. "Kenapa ada mobil yang nglakson super panjang, padahal lampu merah masi 20 detik lagi?"

Avanza apa Xenia? Wuahahahaha..

Fix, dia buta. Atau kebelet pipis. Biarin aja.

6. "Jalan cuma dua jalur nih. Depan gue mobil, jalannya makan marka jalan (agak ke tengah), tapi trus lelet. Udah gitu giliran mau disalip, dia ikutan kenceng.. Itu kenapa?"

Diem lo! Gausah berisik! Itu gue! *mendengus kesal* *digebukin pembaca*

---------------------------------------------------------------------------------------------

So, that's that. Beberapa jawaban dari segala pertanyaan yang sering berkecamuk di pikiran kalian. Semoga menjawab segala kegundahan kalian. Sebenernya masih banyak, cuma penulisnya mau lanjut bertempur, jadi beberapa masuk draft dulu.
Buat kalian yang punya beberapa pertanyaan soal misteri di jalan raya yang pengen gue jawab, kritik dan saran, bisa langsung di kolom komen atau langsung kontak penulis lewat Twitter di icon paling atas, atau kalo karakternya kurang bisa ke Askfm: adindasfra.

Kalo ada yang kesindir, nasehat gue cuma; berkendara lah dengan etika dan tanggung jawab. Jadi pengendara baik mobil atau motor jangan asal bisa nyetir aja, tapi harus tau etika di jalan gimana, yang make jalan bukan kalian doang, ada pengendara lain yang begitu sayang sama kendaraannya, nabung bertahun-tahun, trus kalian baretin/tabrak gitu aja karena ketidaksopanan kalian. Kalo kalian yang ada di posisi mereka gimana? :'(
*lalu penulisnya baper*


Thursday, August 27, 2015 0 comments

Gaze

"Stay a while, I’m gazing the way you move.."

1.77 km, 21'52".

           Angka itulah yang kulihat di aplikasi running counter ku. Aku memang tidak terlalu termotivasi untuk jogging saat itu, jadi lariku cenderung cukup santai. Seperti biasa, aku tidak terlalu memperhatikan sekitarku ketika aku sedang jogging. Aku hanya terfokus pada diriku dan musik penyemangat yang selalu aku dengarkan saat aku jogging. Namun ada yang berbeda untuk pagi ini, pandanganku sedikit terganggu dengan seorang cewek yang sedari tadi berlari bolak-balik di dekatku. Sesaat aku memperhatikannya dari belakang saat ia berlari melewatiku, namun kembali kulempar pandanganku ke arah lain dan kembali terfokus pada diriku dan musik yang kudengarkan. Ketika aku merasa pagi itu aku sudah cukup berolahraga, maka kuputuskan untuk pulang. 


Minggu, 12 Juli 2015 - 07.15.

         Tidak seperti kemarin, jogging track hari ini lumayan ramai. Banyak remaja, orangtua, dan anak-anak yang memilih untuk berolahraga disini. Beberapa diantaranya jogging sambil mendengarkan musik sepertiku, para orangtua memilih untuk berjalan diatas batu-batu yang sengaja disusun untuk refleksi kaki, dan beberapa anak-anak memilih untuk berjalan-jalan bersama teman-temannya atau sekedar duduk-duduk dan bersenda gurau. Ketika aku sedang asik berlari, tanpa sengaja mataku menatap sesorang. Ya, cewek itu. Ia sedang berlari ke arahku, namu di sisi yang bersebrangan dariku. Matanya terfokus ke depan dan terlihat earphone yang terpasang di telinganya. Ada sesuatu yang menyerangku saat aku tidak sengaja menatap wajahnya. Tidak bisa aku deskripsikan. Kalau kata film Hotel Transylvania, aku mengalami apa yang dinamakan "Zing!". Aku masih memikirkan apa yang baru saja terjadi dan yang aku rasakan, sampai dengan tidak sadar aku hampir menabrak anak kecil yang sedang mengayuh sepeda roda tiganya.

            Ketika aku memutar balik arah di ujung track, kulihat ia juga memutar arah di sisi ujung yang berlawanan. Aku kembali berpapasan dengannya dan kali ini benar-benar memperhatikan wajahnya. Matanya cukup tajam namun terlihat bersahabat, kulitnya tidak terlalu putih, namun juga tidak terlalu hitam. Tipikal gadis Indonesia pada umumnya. Rambutnya yang hitam dan tidak terlalu panjang dikuncir kuda. Pipinya tembem, mengikuti postur tubuhnya yang juga agak gemuk. Tanpa sadar aku tersenyum kecil. Lucu juga..

              Hari-hariku di kantor terasa sangat lama. Aku sangat menantikan hadirnya hari Sabtu dan Minggu. Selain karena libur, juga karena cewek itu. Aku penasaran dengannya. Terkadang ketika aku sedang tidak terlalu sibuk, sambil mendengarkan lagu, sekilas terjadi flashback dalam otakku. Terbayang wajahnya saat itu, rambut kuncir kudanya, jaket biru gelap yang dikenakannya. Dalam hati aku mulai bertanya-tanya siapa namanya, dimana tempat tinggalnya. Sial..! Apaan sih ini? Umpatku dalam hati. Aku benar-benar penasaran dan berpikir untuk memberanikan diri menyapanya akhir minggu nanti. Atau minimal tersenyum padanya.

Sabtu, 18 Juli 2015 - 06.22

             Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Dengan semangat aku mempersiapkan diriku untuk kembali jogging di tempat biasa dan berharap bertemu dengan cewek itu lagi. Selama perjalanan menuju kesana, aku sudah membayangkan wajahnya, lalu mempersiapkan apa yang harus kulakukan dan kukatakan padanya. Sesampainya di jogging track, aku memperhatikan sekitar. Belum terlihat tanda-tanda kehadiran cewek itu. Sambil pemanasan dan berlari santai, mataku dengan awas dan detail memperhatikan sekitar kalau-kalau cewek itu datang.

15 menit
30 menit
1 jam

               Waktu terasa begitu lama bagiku untuk menunggu kehadiran cewek itu. 08.12, angka yang kulihat di jam tanganku. Sudah jam segini, dia nggak mungkin datang.. pikirku. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang sangat kecewa. Aku mulai menerka-nerka mengapa cewek itu tidak datang dan memutuskan untuk kembali keesokan harinya, dengan harapan yang sama.
              Hari Minggu seperti biasanya, jogging track ini selalu ramai. Namun tidak sulit untuk dapat menangkap kehadirannya. Wajahnya, gerak-geriknya, pasti dengan mudah dan cepat menarik perhatianku. Namun tetap saja, hari ini dia tidak datang lagi. Sudah entah berapa kali aku kelilingi jogging track ini berharap untuk bertemu lagi dengan cewek itu. Hasilnya sama seperti kemarin, Nihil. Ia tidak datang. 

           Aku sedikit lesu menjalani hari-hari kerjaku. Sedikit terbesit pikiran tentang cewek itu. matanya yang tajam namun bersahabat, rambut hitamnya yang dikuncir kuda. Jelas tergambar bahwa ia cewek yang cukup berbeda dengan cewek-cewek pada umumnya yang menjadikan olahraga pagi menjadi ajang pamer di sosial medianya, tapi dia, dia benar-benar terfokus pada kegiatan larinya. Ritmenya yang tepat dan matanya yang terfokus cukup menunjukkan bahwa ia sedang tidak gaya-gayaan. Mungkin kemarin dia cuma iseng jogging disitu.. dan aku memutuskan untuk menyerah.      

Sabtu, 1 Agustus 2015 - 06.43. 
                 
           Aku bolos satu akhir minggu untuk jogging, selain karena minggu lalu aku sedang tidak bersemangat untuk jogging, aku juga ada acara dengan teman-teman kantorku. Jadi aku baru bisa melanjutkan jogging lagi hari ini. Aku berangkat dari rumahku dengan perasaan biasa saja, dan memulai jogging seperti sebelum-sebelumnya, tidak memperhatikan sekitarku, fokus pada kegiatan dan musik yang kudengarkan. Beberapa menit setelah aku jogging, tanpa sengaja mataku menangkap gerak-gerik yang sangat kuhafal. Cewek itu! , teriakku dalam hati. Aku panik. Ritme lariku berantakan. Jantungku jelas berdegup dengan kencang. Aku menghentikan langkahku dan menengok ke arahnya, ia memutar arah untuk berlari menuju arahku. Aku pun melakukan hal yang sama, aku langsung memutar arah dan berharap untuk berpapasan dengannya. Aku mencoba berpikir cepat di otakku untuk memberikan perintah pada tubuhku melakukan sesuatu. Ketika ia sudah berlari cukup dekat ke arahku, aku menatapnya dan tersenyum padanya. Eh, tadi dia liat nggak ya aku senyum ke dia? tanyaku pada diri sendiri. Berbagai pertanyaan mulai berkecamuk dalam otak dan hatiku, terutama mengenai apa yang kulakukan tadi. Aku kembali memutar arah ketika melihatnya juga memutar arah. Kali ini aku menatapnya dari jauh cukup lama dan ketika kami berpapasan, aku tersenyum kembali padanya. Ia melirikku!!! Jeritku dalam hati. Entah itu benar terjadi, atau hanya khayalanku, namun aku benar-benar melihat bola matanya bergerak ke arahku saat aku tersenyum kepadanya. Aku kegirangan, sepanjang lari pun aku tidak berhenti menahan senyum. Di ujung track, aku memutar arah, loh? kok nggak ada? Aku mulai scanning jogging track itu perlahan. Cewek itu menghilang. Lalu aku menengok ke arah jam tanganku, 08.53. Pantesan.. Hihihi.. Aku berusaha keras untuk menahan senyum selama perjalanan pulang. Aku senang..!!

Minggu, 2 Agustus 2015 - 07.03
            Aku bangun agak terlambat hari ini. Pasti gara-gara aku bermain game semalaman sampai larut, sehingga aku bangun kesiangan. Aku langsung buru-buru bersiap untuk jogging dan berharap cewek itu datang dan masih disana. Setibanya di jogging track, aku memulai untuk berlari perlahan dan pelan-pelan memperhatikan sekitar jogging track. Setelah beberapa menit melakukan scanning, mataku menangkap seseorang yang beberapa hari ini menjadi harapan terbesarku. Aku berlari menghampirinya, dan memperlambat laju lariku di beberapa meter di belakangnya. Seketika ia berhanti dan berjalan menghampiri sebuah kursi dimana ia meletakkan botol minumnya. Aku pun turut berhenti dan berjalan menghampirinya. Jantungku berdegup kencang. Aku sudah berdiri dengan jarak beberapa langkah di belakangnya ketika ia sedang meneguk minumannya....

"Hai.."



-----------------------------------------
Inspired from song: Gaze - Adhitia Sofyan
       
Monday, July 6, 2015 0 comments

Plagiarism Orthodox

Kamarku. Sabtu, 14 September 2013. 23.18

"....dan hingga pada akhirnya, hanya rindu dan penyesalan lah yang tersisa. Meninggalkan jejak yang terlanjur tak terhapus"


"Wuaaahh!! Selesai juga!" jeritku sambil menyandarkan punggung di kursi belajarku yang sangat nyaman dan sering berkhianat untuk membuatku tertidur ketika sedang mengerjakan tugas.
Ya, aku baru saja menyelesaikan satu tulisan lagi di blog milikku. Sepertinya tidak banyak yang tahu mengenai blog-ku dan membacanya, tapi aku tidak peduli, setidaknya hobiku tersalurkan dan aku bisa mengisi kebosananku dengan sesuatu yang tidak harus mengeluarkan uang dan tenaga banyak.

Aku meraih gelasku yang berisi susu cokelat kesukaanku dan meminumnya perlahan sambil membaca ulang cerita yang telah ku posting, apakah perlu perbaikan atau tidak. Sedetik kemudian, mataku beralih ke tab email. Inbox (1). Aku tersenyum. Segera aku klik tab tersebut dan membuka email yang masuk.

From: dragonheart138@jmail.com
Subj: Your New Post

As usual, you're amazing. Saya selalu suka semua ceritamu. Terimakasih ya!

Best Regards,
APS

Aku tertawa kecil. Setiap aku posting tulisan baru, pastilah orang ini yang pertama membacanya dan memberi komentar lewat email. Jelas aku tidak mengenalnya. Alamat surelnya aneh, dan ia juga hanya membubuhkan inisial namanya. Segera kubalas email tersebut.

To: dragonheart138@jmail.com
Subj: Re: Your New Post

Haha! Seharusnya saya yang bilang terimakasih. Makasih ya udah mau jadi pembaca setia blog saya!

Best Regards,
Aresta Sybil

Kantin. Selasa, 19 November 2013. 12.04.

Brukk.! Aku membanting tas ransel motif zebra milikku ke atas meja kantin.

"Astaga! Heh! Kira-kira kalo ngelempar barang! Ngagetin orang aja!" omel kekasihku, Ditya, yang sedari tadi menunduk menikmati sebuah buku yang aku yakini bukan buku yang berhubungan dengan matakuliah kami.

"Hehehe.. Sori sori. Lagian serius banget, ada bidadari cantik aja sampe ga dilirik. Baca apaan sih?" Tanyaku sambil duduk dan kemudian merebut buku yang menenggelamkan kekasihku di dalamnya. Kulihat mukanya sedikit kesal karena bukunya kurebut tiba-tiba, namun tidak marah.

Perjalanan Sang Pendusta. Aku mengernyitkan dahiku. Berat amat judulnya. Andoro Pratama S.

"Tentang apa ceritanya? Bagus?" Tanyaku sambil mengembalikan bukunya ke dia. Ia menatapku bingung. Ia mengatakan bahwa buku ini sedang booming. Seluruh linimasa membicarakannya. Aku menggeleng. Lalu ia mulai menceritakan apa yang ditulis dalam buku itu. Sejujurnya aku tidak terlalu memperhatikannya, karena aku sedang dalam kondisi lapar stadium 7 setelah menikmtai cuap-cuap dosenku selama 3 jam lamanya. Aku hanya menanggapinya dengan anggukan dan "oohh.." sambil melahap batagor kuah favoritku dengan cepat sampai-sampai mulutku penuh dan menggembung seperti marmut.

"Mau pinjam? Tapi jangan dirusak ya!" tawarnya. Sepertinya ia paham bahwa aku tidak mendengarkannya bercerita tadi. Aku mengangguk dan memasukkan buku tersebut ke dalam tas.

Kamarku. 19.38.

Seusai mandi dan makan malam, aku mengambil buku yang tadi dipinjamkan oleh Ditya. Penasaran. Aku mulai membaca halaman per halaman. Sepertiga buku sudah kubaca, namun aku merasa ada yang aneh. Aku seperti mengenal cerita dalam buku ini. Perjalanan seorang cassanova yang jatuh cinta secara tidak sengaja namun tidak mau mengaku. Di pertengahan buku, aku menyadari sesuatu. Aku langsung melompat keluar dari tempat tidurku dan menyalakan laptopku. Ini tulisanku! Seluruh isi yang ada di buku ini adalah seluruh tulisanku di blog! Aku membolak balikkan halaman buku itu sambil terus scrolling blogku. Mataku dengan liar berpindah-pindah ke buku dan blogku. Sama persis! Bahkan nama, setting tempat, gaya penulisan. Semuanya sama persis! Aku kaget bukan main. Andoro Pratama S. Aku membaca nama penulisnya. Mengulang-ulang namanya dalam kepalaku. Seperti tidak asing.

Brengsek!

Rabu, 20 November 2013. 02.58

Jelas aku tidak bisa tidur. Aku cemas menunggu email balasan dari makhluk itu. Tab browser-ku tidak pernah berpindah dari display inbox emailku. Lalu aku mengambil buku tersebut dan membuka halaman paling belakang. Ada ID twitternya! Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka akunku dan menerornya lewat twitter. Meminta penjelasan dan pertanggung jawaban atas perbuatannya dalam menjiplak karyaku tanpa ijin. Satu jam. Dua jam. Masih tidak ada tanggapan hingga akhinya aku tertidur karena kelelahan.

09.12

Aku terbangun di kursi belajarku. Laptopku mati, kehabisan baterai. Setelah laptop kusambungkan ke listrik, aku mengecek hapeku yang tergeletak manis di kasur. Mataku terbelalak. 

"128" 

Itulah angka yang kulihat menempel di icon twitterku. Aku langsung menyalakan laptopku dan membukanya melalui web browser.

@kristanova: "@arestasybil HAHA! tersangka plagiat aja ngaku2 jadi korban plagiarisme! Ngiri ya? apa sinting?!"

Hah?! Apa apaan nih?! Aku terus scrolling tab mention-ku kebawah. Isinya hujatan semua! Hujatan bahwa aku yang menjiplak karya Andoro. Aku kesal. Marah. Sangat marah. 

@AndoroPratama: "Semalam ada yang meneror saya, mengatakan bahwa saya menjiplak karya dia. Sesungguhnya pernyataan itu adalah kebohongan besar. Buku yang saya terbitkan adalah murni karya saya sendiri.."

blablablabla...

@AndoroPratama: "oleh karena itu kpd sdri @arestasybil kami terpaksa mem-banned blog anda karena telah melakukan penjiplakan karya orang lain yang dipatenkan tanpa ijin"

WHAT?! BANNED?! Aku langsung mengetik alamat blogku dan menekan tombol Enter di laptopku.

SITUS DIBLOKIR! Situs yang hendak anda buka kemungkinan termasuk ke dalam situs yang tidak boleh diakses, karena terindikasi mengandung salah satu daftar Blacklist Depkominfo yaitu unsur: Pornografi, konten kekerasan, konten yang terkait dengan intoleransi rasial atau advokasi melawan individu, kelompok, atau organisasi manapun, dan konten yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, atau melanggar hak legal orang lain.

Aku lemas. Badanku bergetar hebat menahan kesal yang amat sangat. Tanpa kusadari, air mataku sudah mengalir. Aku langsung lompat ke tempat tidur, menenggelamkan mukaku ke bantal dan menangis sejadinya. Berteriak sekencang mungkin. Aku sangat marah. Aku tidak masuk kuliah hari itu. Ditya mencariku melalui messenger. Khawatir. 

13.02.

Aku mencari strategi yang tepat untuk menghancurkannya. Mempermalukan keluarganya. Aku teringat sesuatu. Verdi. Dia teman SMA-ku yang sekarang bekerja di Cyber Terror Response Centre, Jakarta. Aku menelponnya, mengatakan bahwa aku sedang menuju kantornya dan meminta waktunya sebentar untuk bertemu. Setelah ia menyetujuinya,aku langsung mengambil kunci mobilku dan melajukan mobilku dengan cepat. 

"Percayalah, Andoro, akan kubuat kau menyesal dilahirkan.."
Monday, April 27, 2015 0 comments

Friends With Benefit

"Gue udah di depan kosan lu nih, keluar dong.."

Ck.. aku menolak pada awalnya, kepalaku sangat berat. Namun, dia memaksaku karena ia ragu, Akhirnya aku mengiyakan permintaannya.

"Hai.. Aku D"
"A" jawabku singkat.

Kami memang baru pertama kali bertemu dan saat itu aku sedang terkena flu. Awal pertemuan kami memang agak canggung, namun ia membuka suasana dengan menawarkan film dari harddisk yang ia bawa. Karena aku sedang terkena flu, kepalaku terasa sangat berat dan aku memilih mengiyakan tawarannya sambil berbaring di kasurku. Tidak kusangka, ia malah ikut berbaring di sisiku. Aku langsung menggeser posisiku sedikit menjauh darinya. Dan kami menonton film yang diputar itu dalam diam. Seketika ia memelukku. Aku hanya diam tidak bereaksi. Namun itu kulakukan hanya dalam waktu beberapa menit hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekatkan diriku padanya dan membalas peluknya.Perlahan ia mengecup pipi dan mengusapnya dengan lembut. Aku hanya menutup mataku karena memang saat itu aku merasa tidak begitu sehat. Karena mataku yang terpejam, tanpa kusadari bibirnya mengecup bibirku, namun aku memberikan sedikit perlawanan, menandakan bahwa aku belum siap untuk kissing, apalagi dengan orang yang baru ku kenal.

Karena sudah malam, kemudian ia pamit untuk pulang ke rumahnya dan aku langsung tertidur lelap. Dan keesokan harinya kami mulai sering bertukar pesan untuk sekedar memberi kabar masing-masing.

2 Hari Setelah Pertemuan Pertama - Kosanku

"Dingin.." kataku.

"Iya tau. Ikutan dong.."

Ia sudah tidak canggung lagi, langsung ia memelukku dan aku menatap lekat matanya. Ia juga menatapku dan kembali mengecup bibirku. Kali ini tanpa perlawanan. Tangannya perlahan menuju arah tubuhku. Aku sedikit menahannya, aku tidak mau terburu-buru. Hingga pada akhirnya kubiarkan tangannya menjelajah tubuhku, menyentuh bagian tersensitifku, dan aku hanya bisa menikmatinya.

I'm still a virgin. Pikirku, dan aku memepertahankannya.

Aku mulai mencari-cari informasi tentangnya. Sosial medianya di-lock semua. Ugh.. Aku mulai kesal, namun, aku teringat sesuatu. Dari temanku, yang juga ternyata teman dekatnya, aku dapat informasi yang cukup membuat dadaku sesak. Ia sudah punya pacar, dan jadiannya pun sudah lama. Kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku? Kenapa dia tidak pernah cerita? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Pertanyaan yang sama yang selalu menghantui kepalaku. Sakit? Ya. Kesal? Marah? Entahlah.

Seminggu Kemudian

Aku: Boleh ku tanyakan sesuatu?

Dia: *terdiam*

Aku: Apakah kamu merasa ini sesuatu yang salah? Kamu sudah punya kekasih, but, we did wild evening, cukup sering. Dan cukup jauh. Memang tidak sejauh itu, namun..

Dia: Aku sudah mengira kamu akan menanyakan hal ini, Maaf jika aku membuatmu sakit. Aku pun dari awal tidak pernah berpikiran untuk sejauh ini. Seperti yang kamu tahu, aku dan dia pun sedang dalam hubungan yang ya kita katakan tidak cukup sehat,

Aku: Kau menjadikanku pelarian kamu?

Dia: Ah! Tidak, bukan seperti itu. Bahkan aku tidak terpikir untuk sampai situ. Hanya saja aku suka, aku senang berteman denganmu. Maaf.

Aku: Kalau kau suka berteman denganku, kenapa kamu tidak pernah cerita? Jadi aku tidak perlu penasaran dan mencari-cari informasi tentangmu dan menemukan hal yang....

Dia: Maaf. Aku hanya belum siap bererita. Aku harap ini bukan terakhir kalinya kita bertemu. Aku senang berteman denganmu. Kamu menjadi penyemangat tugas akhirku.. Makan malam yuk, nanti kuceritakan tentang diriku, semuanya.. *tersenyum*

-----------------------------------------

Disclaimer: Ditulis ulang dari sebuah cerita nyata seseorang di sebuah sosial media, dipublikasikan dengan revisi seperlunya dan menggunakan gaya tulis penulis.

Monday, April 13, 2015 0 comments

Smile

"Smiling is my favorite, you make me smile, that makes you my favorite..."

Senyum. Kegiatan yang dalam sehari bisa ratusan kali kita lakuin. Tenang, aku nggak akan bahas manfaat senyum bagi kesehatan tubuh atau berapa otot yang dipakai saat kita tersenyum. Kalian bisa liat itu di dr. Oz Indonesia. Aku sendiri suka banget senyum. Ya bukan berarti aku suka senyum-senyum sendiri tanpa alasan. Di dunia nyata, ataupun sekedar titik dua tutup kurung di dunia maya, menurutku senyum itu tampilan ekspresi paling simple yang seenggaknya bisa dilakuin untuk buat orang merasa lebih baik (sok tau :p). Kalian mungkin gak sadar kalo senyum kalian bisa berarti banyak buat orang disekitar kalian.

Entah bagaimana dengan kalian, tapi aku, saat aku melihat orang tersenyum, aku langsung mengalami apa yang dinamakan ‘Premature Ventricular Contractions’ atau 'heart skips a beat' kalo katanya Natalie Portman ke Ashton Kutcher di No Strings Attached. Dan secara otomatis, kedua ujung bibir ini langsung melengkung untuk bales senyuman itu.

The power of : Senyum. 

Aku mempercayainya. Saat aku tersenyum, aku merasa seperti mengirimkan kekuatan untuk orang yang aku senyumin. Tidak destruktif, tapi menyegarkan. Harus ku akui, aku hampir selalu jatuh cinta dengan perempuan yang pernah tersenyum padaku (playboy? iya memang. Darahku AB. Nanti ku ceritakan). Klise, tapi seperti yang kubilang sebelumnya, aku mempercayai The Power Of Senyum.  Ada pesan didalamnya, ada kekuatan didalamnya. Ada dukungan, ada harapan, ada ada aja. Yang jelas, aku suka setiap senyum yang kalian berikan.

Namun, nggak ada yang lebih aku cintai dari senyum di wajah orangtuaku. Seakan aku bisa melakukan segalanya. Termasuk terbang dengan meloncat dari atap rumahku (tentu saja tidak kulakukan. Ayolah, ini hanya kiasan!). Aku tidak pernah membayangkan jika senyuman itu hilang. Lalu senyum kalian, kalian yang selalu ada di setiap kejahatan yang pernah aku lakukan (iya biar kesannya gue ga jahat sendirian gitu.. *evil laugh* ). Tapi percayalah, aku sayang kalian dan senyuman kalian yang selalu aku tunggu setiap harinya. Hanya untuk memastikan kalian baik-baik saja.

Hingga pada akhirnya, kutemukan satu senyuman. Senyuman yang datang tak tahu waktu, senyuman paling teduh dan menyenangkan yang pernah ku lihat. Kamu.

------------------------------------
Disclaimer: Bukan tulisan saya, ini tulisan milik seseorang, dengan revisi seperlunya.

Rewrite from: payungrindu.blogspot.com
Original Writer: Aby Rifiana
 
;